Judul : Puya ke Puya
Penulis : Faisal Oddang
Terbit : Oktober 2015
Jumlah : xii
+ 218 hlm.,
13,5 x 20 cm
Penerbit :
Kepustakaan Populer Gramedia
ISBN :
978-979-91-0950-7
Mengangkat
lokalitas dalam novelnya, Faisal Oddang berhasil mengantar Puya ke Puya menjadi pemenang IV sayembara novel Dewan Kesenian
Jakarta. Bercerita tentang perbenturan adat dengan modernitas, kisah novel ini
dimulai dari kematian Rante Ralla, ketua adat Kampung Kete Kesu, Toraja.
Akibat
kematian tersebut, keluarga meski mengadakan upacara rambu solo yang megah untuk mengantar sang mayat ke puya (surga). Hidup lama di Makasar
membuat putra satu-satunya, Allu Ralla menolak mengadakan upacara tersebut dan
memakamkan ayahnya di Makasar. Hal itu mendapatkan protes keras dari pihak
keluarga besar.
Bagi
Allu, kebudayaan adalah produk manusia, dan relevansinya dengan zaman sangatlah
penting sebagai acuan untuk mempertahankan sebuah tradisi yang merupakan bagian
dari kebudayaan. “… saya pikir zaman sudah tidak relevan dengan yang kalian
pertahankan,” (hal. 20)
Di
sisi lain, masuknya perusahaan tambang di Tanah Toraja memunculkan persoalan
bagi keluarga Allu Ralla. Tongkokan (rumah adat Toraja) milik Rante Ralla
menghalangi akses menuju lokasi tambang. Berbagai upaya membujuk pihak keluarga
untuk menjual tanah warisan tersebut berujung gagal. Akhirnya, pihak perusahaan
bersekongkol dengan kepala desa. Anak kepala desa, Malena adalah mantan kekasih
Allu. Meski sudah berpisah lama, tetapi Allu masih menyanyangi Malena dan
berniat menikah dengannya.
Niat
menikahi Malena ditentang oleh Tina Ralla, ibu Allu sebab upacara rambu solo
belum terlaksana. Sedang Malena terus mendesak agar Allu segera menikahinya.
Jalan pintas pun ditempuh. Demi menunaikan janji kepada Malena, Allu mencuri
mayat bayi yang dikubur di pohon tarra. Harga tulang belulang jasad bayi sebesar
50 juta. Selain itu, untuk menyelesaikan upacara rambu solo ayahnya, Allu
diam-diam menjual tanah warisan ayahnya tersebut.
Persiapan
rambu solo segera dilaksanakan. Tepat di hari upacara, pihak perusahaan datang
dengan alat berat untuk meratakan tongkonan yang menghalangi akses jalan. Keluarga
besar pun menggelar rapat. Di rapat tersebut, rahasia kematian Rante Ralla yang
disimpannya lama akhirnya dibuka. Tentu pihak keluarga besar marah dan berniat
menghancurkan perusahaan.
Perang
warga melawan perusahaan menjadi akhir yang tragis. Warga asli yang mendukung
upaya balas dendam kemudian beramai-ramai membakar lokasi penambangan. Konflik
terbuka antara warga Kampung Kete Kesu melawan pihak tambang tak terelakkan
(hal. 205). Aksi saling bunuh dan bakar berujung kematian besar di kedua belah
pihak.
Di
sekujur novel, idiom lokal beterbaran, seperti ambe, indo, puya, tarra, passiliran, rambu solo, aluk, dan lain
sebagainya. Novel ini memberi warna tersendiri bagi lembar kesusastraan
Indonesia. Lokalitas Toraja disodorkan kepada pembaca bisa diduga sebagai wujud
melawan dominasi Jawasentrisme. Jadi, pembaca tak sekadar tahu bahwa Indonesia
hanyalah Jawa, ada pula Toraja.
Koran Jakarta, (14 Juli 2016)


Mencari Judi Taruhan Online Terbesar yang Aman dan Terpercaya?
BalasHapusTenang saja, ada Agen BOLAVITA yang menyediakan Judi Taruhan Online yang terbesar dan terlengkap..
Agen BOLAVITA berani membayar berapapun kemenangan Anda!!
Judi Taruhan Online yang disediakan Agen BOLAVITA cukup banyak dan menarik:
♠ Bola Tangkas (Tangkasnet, Tangkas88 dan Tangkas1)
♠ Casino Online (WM Casino, Green Dragon dan SBOBET Casino)
♠ Judi Bola (SBOBET, MAXBET/ICB Bet dan 368Bet)
♠ Sabung Ayam (S128, SV388 dan Kungfu Chicken)
♠ Slot Games (Joker dan Play1628)
♠ Togel (KLIK4D dan ISIN4D)
Dengan minimal deposit hanya Rp 50.000 saja sudah bisa mainkan permainan yang ada di atas..
Tunggu apalagi? Segera daftar dan gabung sekarang juga di www.bolavita.ltd
Baca juga:
1. Cara Membuat Akun dan Bermain di Situs S128
2. Promo Promo BOLAVITA
Untuk info selanjutnya, bisa hubungi kami VIA:
BBM : BOLAVITA / D8C363CA
Whatsapp : +62812-2222-995
Livechat 24 Jam